0 Comments

Mojokerto – Rapat Kerja KONI Kabupaten Mojokerto tahun 2025 yang digelar pada 20 Desember di Gedung Afia Pacet menjadi latar belakang ditemukannya dinamika unik dalam pengelolaan organisasi tersebut. Peran Sekretaris Umum (Sekum) KONI Mojokerto bahkan dijuluki sebagai “Superman” karena menangani hampir seluruh urusan organisasi, mulai dari hal-hal remeh temeh hingga urusan hubungan jurnalis dan media massa.

Secara struktur organisasi, setiap bidang kerja di KONI Mojokerto seharusnya dikelola oleh pengurus dengan wewenang dan keahlian sesuai bidangnya. Mulai dari pembinaan atlet, pengembangan olahraga, hubungan masyarakat, hingga urusan humas yang seharusnya fokus menangani media. Namun dalam praktiknya, semua urusan terkonsentrasi pada tangan Sekum.

Salah satu pengurus KONI Kabupaten Mojokerto mengungkapkan, bahwa kondisi ini membuat sebagian pengurus lain merasa kurang dipercaya. “Seakan-akan tidak ada kepercayaan pada kami untuk menangani tugas sesuai dengan bidang yang kami emban,” ujarnya

Lebih lanjut dikatakan, setiap bidang punya tupoksi masing masing yang sudah jelas. Urusan media publikasi pemberitaan bidang humas.

Di materi dan tatib raker sudah dijelaskan. Masak sadah dilanggar. Ini yang membuat organisasi tidak bisa berkembang karena yang bukan menjadi tupoksinya dikangkangi semua. Rasa ketidak percayaan akan membuat organisasi amburadul. KONI harus dikelola secara professional kalau ingin maju dan berprestasi karena bukan perusahaan, Ojo sak karepe Dewe. Jangan menggunakan aji mumpung dan ilmu pokok,e,” unngkap salah satu pengurus KONI.

Menurut mereka, kondisi ini tidak hanya membuat Sekum terbebani dan berpotensi kelelahan, tetapi juga menghambat kesempatan pengurus lain untuk mengembangkan kapasitas dan pengalaman. Selain itu, konsentrasi tugas pada satu orang berpotensi menyebabkan keterlambatan penanganan urusan akibat beban kerja yang sangat besar.

Sampai saat ini, pihak pengurus KONI Mojokerto belum memberikan klarifikasi resmi terkait kondisi ini. Banyak pihak berharap ada evaluasi terhadap struktur kerja dan pembagian tugas yang lebih jelas, agar setiap pengurus dapat berkontribusi sesuai peran dan tanggung jawabnya serta mengoptimalkan perkembangan olahraga di Kabupaten Mojokerto. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts